Ahli makrifat mengatakan:

Seburuk-buruk musibah adalah lupa kepada diri sendiri, di mana seseorang menyia-nyiakan dirinya dan lupa tentang siapa dan apa dirinya.”

Allah Swt berfirman:

Mereka lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. (QS. Al-Hasyr: 19)

Ia lupa di mana ia dahulu berada, di mana ia kini berada, dan akan berada di mana ia nanti. Semua yang menyibukannya adalah urusan-urusan yang di luar dirinya dan tidak ada sesuatu yang mengikatnya dengan hakikat dirinya. Ia sibuk dengan harta, kedudukan, dan segala kesibukan lain. Semua dunianya adalah kesibukan dengan harta, kedudukan, kepemimpinan, dan. Nafsu. Keindahan dan kilauan telah menyibukan manusia dari yang lainnya, sehingga ia lupa kepada dirinya. Perkara-perkara dunia sepertu popularitas, kemajuan, dan saling berlomba telah menyibukannya. Iamerasa cukup dengan komentar orang lain terhadap perbuatan yang dilakukannya, “Bagus semoga Allah memberkahimu.” Gadis-gadis usia enam belas atau tuyjuh belas tahun merasa senang dengan sepotong kalimat tipuan saja, sehingga setiap berpisah dengan kaumnya. Atau sebagian pemuda tertipu oleh satu kalimat dari seorang penipu! Dewasa ini, banyak surat kabar dijual dan berita-beritanya m,mengetuk pintu-pintu rumah setiap malam!