Menulis esai menjadi sangat sulit bila kita tidak memiliki strategi. Kata “esai”, bila digunakan sebagai kata kerja dalam Bahasa Inggris, memiliki arti “mencoba” atau “berusaha”. Untuk menghasilkan sebuah esai yang baik, dibutuhkan usaha sungguh-sungguh dengan pengaturan waktu dan ide yang sebaik-baiknya. Inspirasi hanya bagian kecil dari proses. Oleh karena itu, mengerjakan esai dalam waktu semalam sebelum batas waktu pengumpulan mungkin terasa sangat spontan, tapi belum tentu benar-benar “berisi”. Dalam sebuah esai, diharapkan munculnya argumen yang terkonstruksi dengan baik dan diekspresikan dengan jelas berdasarkan bukti-bukti. Di bawah ini ada beberapa contoh bagaimana merencanakan penulisan esai menggunakan metode penyelidikan (inquiry method). Anda harus memahami dengan jelas apa yang dibutuhkan dalam ilmu atau disiplin yang ditugaskan, apakah itu ekonomi, geografi, filsafat maupun biologi.
1. Tentukan permasalahan
Bacalah dengan teliti untuk mengetahui apa yang ditanyakan, dan tanggapan yang dapat anda buat: mendukung, menolak atau memberikan persetujuan/ketidaksetujuan yang bermutu. Pada tingkat yang lebih tinggi, anda mungkin diminta untuk mengembangkan sebuah hipotesis sebagai sebuah tanggapan atas sebuah masalah. Anda juga harus memberikan argumentasi pada satu pandangan tertentu atau bukti untuk mendukung sebuah konklusi.
2. Bacalah sebuah topik dan pilih sebuah fokus untuk diteliti
Bila ada buku referensi atau catatan kuliah/kelas, bacalah terlebih dahulu. Anda perlu pandangan yang lebih luas dari topik yang ditugaskan sebelum anda memilih satu aspek dari topik tersebut dan analisalah melalui terminologi berikut: Siapa? Kapan? Apa? Dimana? dan Mengapa? Bacalah sumber-sumber primer ini dengan teliti beberapa kali. Identifikasikan sebuah area yang akan anda teliti lebih lanjut.
3. Bagaimana memformulasikan posisi anda dan pembuktiannya
Setelah membaca beberapa referensi, anda dapat mengetahui bagaimana pendapat beberapa ahli mengenai topik tersebut. Hal ini dapat membantu, meskipun tidak harus merupakan pengganti pemikiran anda sendiri. Formulasikan sendiri ide anda. Ide atau hipotesis anda dapat berubah saat anda membaca lebih banyak tentang topik tersebut. Jangan mengutip (meng-copy) begitu saja konklusi yang telah ditulis orang lain tanpa melakukan evaluasi kritis. Dalam sebuah esai, anda diminta untuk membuktikan bahwa konklusi yang telah anda capai
benar-benar valid. Anda diminta untuk mengemukakan pandangan dan analisis anda tentang topik tersebut.
4. Pengorganisasian catatan
Setelah anda mengetahui apa yang ditugaskan, atau setelah anda menentukan topik penelitian, anda perlu menanyakan kepada diri sendiri pertanyaan berikut: Apa yang saya butuhkan untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut atau menemukan solusi dari permasalahan. Anda perlu membuat daftar sub-pertanyaan untuk memfokuskan pertanyaan. Sub-pertanyaan ini akan membantu anda mengorganisasikan informasi dalam beberapa paragraf nantinya.
5. Evaluasi jawaban atau hipotesis
Bukti yang anda dapatkan mungkin menyarankan agar anda mengubah jawaban pertama sebuah permasalahan. Perubahan ini justru merupakan langkah maju, karena berarti anda telah membangun pengertian yang lebih mendalam dari sebuah topik setelah melakukan penelitian. Masuk akal bila dikatakan anda dapat memperbaiki jawaban pertama karena anda tidak terlalu mengetahui topik tersebu saat memulai esai anda.

6. Struktur dasar esai: lihat panduan

7. Menulis esai: lihat panduan

Menulis konsep awal esai membantu anda mengorganisasikan material dan menanyakan kembali ekspresi anda. Tuliskan sub-pertanyaan ke dalam sebuah paragraf. Anda dapat mengatur kembali paragraf-paragraf tersebut sampai anda mencapai sebuah aliran logis dari argumen anda.

8. Menyusun Esai

Susunlah esai anda tepat waktu, mengikuti petunjuk yang ada, ditulis dengan cara resmi, jangan lupakan catatan kaki, refernsi, bibliografi. Jangan lupa baca pula aturan bentuk dan ukuran huruf serta kertas.

Dikutip dan diterjemahkan dari: http://www.aldridgeshs.qld.edu.au/sose/skills/esswri1.htm